Cara Beternak Ayam Joper

Cara Beternak Ayam JoperAyam Joper merupakan singkatan dari Ayam Jawa Super. Ayam Joper merupakan hasil perkawinan silang antara jantan ayam kampung dan betina ayam petelur. Nama lain ayam joper adalah ayam jawa super, ayam kampung super, ayam kamper dan berbagai macam nama lainnya.




Beternak ayam Joper kini tengah menjadi topik yang ramai di kalangan masyarakat.

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis ternak ayam Joper ini. Diantaranya ayam Joper memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dari pada ayam kampung biasa sehingga masa panennya pun lebih cepat, harga jual ayam Joper di pasaran cenderung tinggi dan stabil sehingga bisa memberikan keuntungan lebih pada peternak.

Keunggulan ayam Joper ini tidak muncul begitu saja. Namun dikarenakan sifat asli dari indukannya yakni ayam broiler dan ayam kampung atau ayam lokal. Ayam broiler memiliki pertumbuhan yang cepat dan daging yang lebih gemuk. Ayam broiler ini banyak dijual di pasaran untuk konsumsi sehari-hari ataupun bisnis rumah makan.

Sedangkan ayam kampung terkenal dengan rasanya yang sangat enak dan memiliki daya tahan tubuh tinggi dari berbagai macam penyakit unggas. Maka tak heran jika keunggulan-keunggulan tersebut kemudian menyatu dalam spesies baru, yakni ayam Joper sehingga pantas dibanderol dengan harga tinggi.

Tak sedikit masyarakat yang kemudian tertarik untuk terjun dalam usaha ternak ayam Joper. Beternak ayam Joper sebenarnya tidaklah sulit. Anda sebagai pemula pun bisa melakukannya. Hanya saja memang dibutuhkan kerja keras dan ketekunan dalam memeliharanya. Nah, bagaimana cara beternak ayam Joper yang benar?

Cara Mudah Beternak Ayam Joper yang Sukses

Berikut ini cara beternak ayam Joper yang dapat menjadi referensi Anda sebagai pemula untuk memulai usaha ternak ayam Joper:

1. Kandang & Peralatannya

– Pemanas
Untuk DOC ayam dengan jumlah 100-300 ekor cukup menggunakan lampu bohlam ukuran 60-100 watt, per 100 ekor 1 bohlam

Untuk DOC ayam lebih dari itu lebih baik menggunakan pemanas LPG, selain lebih bagus, biayanya juga lebih murah daripada menggunakan lampu bohlam

– Tempat Pakan
Untuk tempat pakan, lebih baik menggunakan yang ukuran kecil, namun jumlahnya banyak, agar ayam bisa mendapatkan pakan secara merata dan tidak rebutan.

– Tempat Minum
Sama seperti tempat pakan, lebih baik menggunakan ukuran kecil namun jumlahnya banyak daripada yang besar namun jumlah terbatas

Untuk ayam yang masih kecil, tempat minum di berikan kerikil/batu kecil-kecil agar ayam hanya bisa mengambil minum, tanpa harus masuk ke dalam tempat minum (Jika ayam sering masuk ke tempat minum, ditakutkan terkena virus atau mungkin kedinginan, sehingga menyebapkan kematian)

– Ukuran kandang
Untuk masa grower, 1 meter persegi sudah cukup untuk 100 ekor ayam, nanti semakin lama semakin besar ukuran ayam, pindah ke kandang yang lebih besar

Untuk ukuran rata rata, ayam joper umur 2 bulan per 1 m2 kandang, cukup menampung 9-10 ekor ayam

– Lantai kandang
Untuk masa Breeding, gunakan sekam lalu di campur dengan pasir untuk menyerap kotoran dan agar tidak bau. Bisa juga di bawah sendiri dikasih kertas koran

Untuk masa pembesaran dan masa finisher, pindahkan ke kandang yang lebih luas dan yang memiliki lantai kandang sekam + pasir yang lebih tebal

2. Pemilihan Bibit Yang Tepat

Kesuksesan beternak ayam joper, sangat ditentukan oleh bibit ayam yang bagus. Jika di persentasi, bibit menyumbang 40% kesuksesan beternak, Karena seahli apapun peternak, kalau pas dapat bibit yang kurang bagus, bisa dipastikan akan ada kegagalan.

Untuk anda yang membutuhkan bibit ayam joper, bisa menghubungi ayamjoper.id, kami selalu berusaha untuk memberikan bibit yang terbaik untuk para peternak kami.

3. Pemilihan Pakan Ayam

Yang sering di tanyakan oleh peternak pemula kepada kami adalah “Pakannya pake apa ya? kira kira kebutuhan pakannya sampai panen berapa banyak?”

Baik, secara umum, ayam joper menggunakan pakan persis ayam broiler.

Dikarenakan ada beberapa fase dalam pertumbuhan ayam : fase starter, fase pembersaran, fase finisher

Setiap masa membutuhkan kebutuhan nutrisi / vitamin sendiri sendiri sehingga kebutuhan pakannya pun berbeda

Untuk masa starter bisa menggunakan pakan starter seperti 511 , … ,… ,

Untuk masa pembesaaran bisa menggunakan pakan pembesaran

Untuk kebutuhan pakan mulai dari umur 1-60 hari, per 100 ekor ayam joper membutuhkan 2 kwintal / 4 karung pakan

4. Persiapan DOC Pertama Kali Datang

Setelah kandang dan pakan siap, dan sudah ada jadwal DOC pesanan anda dikirim, maka anda harus bersiap siap. Yang palin penting adalah mengecek apakah pemanas, tempat pakan dan minum sudah siap?, Kalau sudah siap berarti kandang siap di isi doc.

Sebelum DOC datang anda harus menyiapkan air gula merah, air gula ini nanti akan diberikan kepada ayam pertama kali setelah ayam melalui perjalanan yang jauh. Tujuan dari pemberian air adalah untuk memulihkan tenaga ayam. Pemberian air gula ini cukup sekali saja, setelah 1/2 – 1 jam setelah itu baru di berikan pakan dan minumnya.

5. Masa Breeding

Masa breeding adalah fase ayam umur 1-10 harian. Pada fase ini ayam harus “dimanjakan” karena sangat mempengaruhi fase selanjutnya. Jika penanganan ayam di masa ini salah, maka gampang terjadi kematian atau kalau ndak gitu pertumbuhan ayam di fase selanjutnya sangat lambat.

Pada masa ini yang paling urgent adalah pemanas. Pemanas yang di pasang untuk ayam harus cukup. Kalau ayam jumlahnya 100-300 box cukup pakai pemanas bohlam. Jika ayam lebih dari itu disaran kan menggunakan pemanas sejenis kompor.

Selama 1-10 harian, pemanas tersebut harus di nyalakan.

6. Masa Pembesaran

Pada masa ini, ayam sudah mulai di lepas di kandang umbaran / kandang liter.

Ayam harus di rawat dengan baik, seperti pemberian pakan dan lain lain harus teratur.

Kebersihan kandang, tempat minum, tempat pakan juga harus benar benar dijaga karena sangat rentan tersebar penyakit dari kandang yang kotor.

Akan lebih baik jika anda punya probiotik khusus untuk kandang, kita punya rekomendasi menggunakan produknya bapak Betha Sutrisno dari bumi ternak klaten yaitu sebuat racikan khusus untuk pembersihak kandang, yang bisa di pakai beerapa hari sekali dengan cara di semprot ke alas kandang.

7. Panen

Ayam joper bisa di panen umur 60-75 hari, tergantung perawatan dan ingin dipanen pada bobot berapa.

Anda harus sudah bersiap siap mencari bakul ayam jika usia dan bobot ayam dirasa sudah mencukupi.

Ingat, anda telat panen beberapa hari saja sudah bisa mempengaruhi kalkulasi, karena pakan harus anda keluarkan setiap hari.




Itulah pembahasan mengenai Cara Beternak Ayam Joper untuk Anda yang tertarik untuk mencobanya. Pahami setiap langkahnya dengan benar agar Anda bisa meraih keuntungan optimal. Jika Anda belum menguasai langkah-langkah di atas dengan baik, sebaiknya jangan memulai untuk ternak ayam Joper.

Jadi, Anda harus lebih dulu menguasai materinya sebelum terjun ke lapangan langsung. Jika di perjalanan Anda menemui kegagalan, jangan menyerah dan teruslah berusaha sampai bisa! Selamat mencoba!

Bagi Anda yang ingin beternak ayam Joper kualitas unggul, kini Anda bisa mendapatkan bibitnya dengan mudah melalui CV. Nitnot. Perusahaan yang melayani pembelian DOC/ bibit ayam Jawa Super atau ayam Joper meliputi karkas ayam, daging ayam hingga ayam joper siap panen dan lain-lain. CV. Nitnot terletak di Blitar Jawa Timur (Pusat Peternakan Ayam). Kami melayani pembelian di seluruh Indonesia. Silakan menghubungi via Telp/SMS/WA : 081222223880 .

Kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk Anda! Kami tunggu pesanan ayam Joper Anda!

1 thought on “Cara Beternak Ayam Joper

Leave a Comment